Milan Memiliki Peluang Untuk Mendapatkan Akanji. AC Milan sedang menjadi sorotan di bursa transfer musim panas 2025 setelah kabar bahwa mereka mendekati kesepakatan untuk mendatangkan Manuel Akanji, bek tengah Manchester City. Dengan jendela transfer yang akan ditutup pada 31 Agustus 2025 di Serie A, Rossoneri bergerak cepat untuk memperkuat lini belakang setelah kehilangan Malick Thiaw ke Newcastle United. Negosiasi dengan City dilaporkan berjalan positif, dan peluang Milan untuk mengamankan bek asal Swiss ini semakin terbuka lebar. Artikel ini akan mengulas siapa Manuel Akanji, alasan City ingin melepasnya, dan mengapa Milan tertarik pada sang pemain, dengan bahasa yang santai namun tetap formal. BERITA BOLA
Siapakah Akanji
Manuel Akanji adalah bek tengah berusia 30 tahun asal Swiss, lahir di Winterthur pada 19 Juli 1995. Ia memulai karir profesionalnya di FC Winterthur sebelum bergabung dengan FC Basel, di mana ia meraih tiga gelar Liga Swiss. Pada 2018, Akanji pindah ke Borussia Dortmund dengan biaya €21,5 juta, tampil dalam 158 laga dan mencatatkan 4 gol serta 3 assist. Pada Agustus 2022, ia bergabung dengan Manchester City seharga £15 juta, menjadi bagian penting dari skuad Pep Guardiola yang memenangkan treble pada 2022/23, termasuk Liga Champions. Hingga Agustus 2025, Akanji telah mencatatkan 98 penampilan untuk City, dengan 6 gol dan 2 assist. Dikenal karena kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan membaca permainan, Akanji juga menjadi andalan timnas Swiss, dengan 63 caps dan 3 gol, termasuk penampilan di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024.
Kenapa Manchester City Ingin Menjual Akanji
Manchester City mempertimbangkan untuk menjual Akanji karena beberapa faktor strategis. Pertama, posisinya di skuad Pep Guardiola mulai tergusur oleh bek-bek seperti Josko Gvardiol, Nathan Ake, dan Ruben Dias, ditambah kemunculan talenta muda seperti Jarrad Branthwaite, yang dibeli City dari Everton pada 2024. Akanji tidak masuk starting XI dalam dua laga awal Premier League 2025/26 melawan Wolverhampton dan Tottenham, menunjukkan bahwa ia bukan prioritas. Kedua, dengan kontraknya yang berakhir pada Juni 2027, City melihat musim panas ini sebagai waktu ideal untuk menjualnya dengan harga sekitar €17,5 juta, menghindari penurunan nilai transfer di masa depan. Ketiga, City ingin menyeimbangkan keuangan klub sesuai aturan Profit and Sustainability Rules (PSR), terutama setelah pengeluaran besar untuk Branthwaite dan gelandang Georgiy Sudakov. Meski Akanji menolak tawaran dari Galatasaray karena gaji yang tidak memenuhi ekspektasi, pintu keluarnya dari Etihad tetap terbuka, dengan Milan menjadi kandidat terdepan.
Apa Yang Membuat Milan Tertarik Dengan Pemain Tersebut
AC Milan tertarik pada Akanji karena kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini belakang setelah kepergian Malick Thiaw dan cedera panjang Pierre Kalulu. Kekalahan 1-2 dari Cremonese di laga pembuka Serie A 2025/26 menyoroti kelemahan pertahanan Rossoneri, yang hanya memiliki empat bek tengah: Fikayo Tomori, Koni De Winter, Matteo Gabbia, dan Alessandro Bonomi. Formasi tiga bek Massimiliano Allegri membutuhkan kedalaman skuad, dan Akanji dianggap sebagai solusi ideal. Pengalamannya di level top Eropa, termasuk memenangkan Liga Champions dan empat gelar Premier League, akan membawa stabilitas dan kepemimpinan. Selain itu, kemampuan Akanji dalam distribusi bola—dengan akurasi passing 91% musim lalu—cocok dengan gaya Allegri yang mengutamakan build-up dari belakang. Milan juga melihat transfer ini sebagai peluang finansial yang cerdas, dengan biaya €17,5 juta dianggap terjangkau untuk pemain sekaliber Akanji. Meski bersaing dengan Galatasaray dan FC Porto, Milan diuntungkan oleh daya tarik Serie A dan kesempatan bermain di Liga Champions, yang menjadi prioritas Akanji.
Kesimpulan: Milan Memiliki Peluang Untuk Mendapatkan Akanji
Peluang AC Milan untuk mendatangkan Manuel Akanji menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2025 menjadi salah satu cerita menarik di dunia sepak bola. Sebagai bek berpengalaman dengan rekam jejak gemilang di Manchester City dan timnas Swiss, Akanji adalah target ideal untuk memperkuat pertahanan Rossoneri yang rapuh. Keputusan City untuk menjualnya didorong oleh persaingan internal dan kebutuhan finansial, sementara Milan melihatnya sebagai solusi untuk masalah lini belakang mereka. Dengan negosiasi yang berjalan positif dan Akanji yang tertarik pada proyek Allegri, transfer ini berpotensi menjadi langkah strategis bagi Milan untuk bersaing di Serie A dan Liga Champions. Jika kesepakatan ini terwujud, Akanji bisa menjadi kunci kebangkitan Rossoneri di musim 2025/26, sekaligus membuktikan bahwa Milan mampu menarik bintang kelas dunia di tengah persaingan ketat bursa transfer.