MOTM Pertandingan Monaco vs PSG. Désiré Doué resmi dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga leg pertama playoff knockout Liga Champions antara Monaco dan PSG di Stade Louis II pada 17 Februari 2026, setelah tampil gemilang dalam comeback dramatis tim tamu yang menang 3-2. Pemain berusia 20 tahun itu masuk sebagai pengganti Ousmane Dembélé yang cedera di menit ke-25 saat timnya tertinggal 0-2, lalu langsung mengubah jalannya pertandingan dengan mencetak dua gol krusial di menit ke-29 dan ke-67, plus memberikan assist untuk gol penyama kedudukan Achraf Hakimi. Penghargaan ini diberikan berdasarkan voting pasca-laga yang melibatkan penggemar dan analis, di mana Doué unggul berkat statistik impresif seperti akurasi tembakan 100 persen, penciptaan peluang terbanyak, dan duel tanah yang dimenangkan, membuatnya layak menjadi bintang malam itu meski pertandingan penuh ketegangan dengan kartu merah untuk Aleksandr Golovin di pihak Monaco. BERITA TERKINI
Masuk sebagai Pengganti dan Mengubah Nasib Tim: MOTM Pertandingan Monaco vs PSG
Doué masuk lapangan di saat PSG sedang tertekan berat setelah kebobolan cepat dari Folarin Balogun di menit pertama dan kedelapan belas, ditambah kehilangan Dembélé karena cedera. Namun, pemain muda Prancis itu langsung menunjukkan kelasnya dengan menyamakan kedudukan hanya empat menit setelah masuk, melepaskan tembakan akurat dari sudut sempit ke tiang jauh setelah dibantu Bradley Barcola. Gol keduanya di babak kedua menjadi penentu, di mana ia melepaskan tembakan keras ke pojok bawah dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan dari rekan setim, menyelesaikan comeback sempurna bagi PSG. Kontribusinya tidak berhenti di situ, karena ia juga menciptakan peluang terbanyak, menyelesaikan sebagian besar umpan, dan menjadi pemain paling difoul lawan, menunjukkan bahwa ia tidak hanya tajam di depan gawang tapi juga aktif dalam membangun serangan dan bertahan. Performa ini membuktikan mengapa ia semakin diandalkan sebagai pemain kunci di bawah Luis Enrique, terutama di momen krusial seperti pertandingan knockout Eropa.
Statistik Impresif dan Pengakuan Pasca-Laga: MOTM Pertandingan Monaco vs PSG
Secara angka, Doué mencatatkan 63 menit bermain dengan dua gol, satu assist, 41 dari 49 umpan sukses, dua dari tiga umpan panjang akurat, serta menjadi pemain paling difoul dan mencoba duel tanah terbanyak di antara rekan setimnya. Ia juga menunjukkan ketenangan luar biasa dalam penyelesaian akhir, dengan akurasi tembakan sempurna yang membuat kiper Monaco tak berkutik. Pasca-pertandingan, Doué memberikan pernyataan singkat bahwa ia hanya berusaha bermain seperti biasa dan hasilnya membuahkan manfaat bagi tim, menekankan bahwa kemenangan adalah usaha kolektif meski ia menjadi pusat perhatian. Pengakuan ini datang setelah kritik yang sempat ia terima pekan sebelumnya, membuat penampilannya malam itu terasa seperti pembuktian diri yang sempurna. Banyak pengamat menilai bahwa masuknya Doué sebagai pengganti menjadi turning point, mengubah PSG dari tim yang terpuruk menjadi pemenang comeback, dan penghargaan MOTM ini menjadi validasi atas perkembangan pesatnya sebagai talenta muda Prancis.
Dampak terhadap Leg Kedua dan Karier Doué
Penghargaan MOTM ini memberikan dorongan moral besar bagi PSG menuju leg kedua di kandang sendiri, di mana mereka membawa keunggulan 3-2 meski Monaco masih punya peluang membalikkan agregat dengan dukungan suporter di kandang. Performa Doué menunjukkan bahwa ia bisa menjadi pembeda di laga besar, terutama saat tim menghadapi defisit, dan kemampuannya menggantikan pemain kunci yang cedera menambah dimensi fleksibilitas skuad Luis Enrique. Bagi karier pribadinya, malam itu menjadi milestone penting di musim pertamanya bersama PSG, di mana ia sudah mengoleksi gol dan assist signifikan di berbagai kompetisi, termasuk membantu tim meraih gelar domestik sebelumnya. Dengan usia masih 20 tahun, Doué kini semakin dekat dengan status bintang utama, dan performa seperti ini kemungkinan besar akan menarik perhatian lebih luas dari klub-klub top Eropa serta timnas Prancis untuk turnamen mendatang. Leg kedua akan menjadi ujian lanjutan baginya untuk mempertahankan konsistensi di level tertinggi.
Kesimpulan
Penobatan Désiré Doué sebagai Man of the Match dalam laga Monaco versus PSG menjadi pengakuan yang tepat atas peran krusialnya dalam comeback dramatis 3-2 yang membawa PSG unggul di leg pertama playoff knockout Liga Champions. Dari pengganti yang masuk di saat sulit hingga pencetak dua gol plus assist, ia membuktikan bahwa talenta muda bisa menjadi penentu di panggung besar. Penghargaan ini tidak hanya memberi keunggulan psikologis bagi timnya menuju leg kedua, tapi juga memperkuat narasi bahwa Doué sedang berada di jalur menjadi salah satu pemain terbaik generasinya. Di tengah persaingan ketat di kompetisi Eropa, performa seperti ini mengingatkan bahwa momen individu sering kali menentukan nasib tim, dan Doué telah menunjukkan ia siap mengambil tanggung jawab itu. Semoga leg kedua menghadirkan pertarungan sengit tapi adil, dengan Doué tetap menjadi ancaman utama bagi lawan-lawannya.