MOTM Pertandingan Sassuola vs Parma. Gelandang Parma, Mateo Pellegrino, berhasil meraih gelar Man of the Match dalam laga derby Emilia-Romagna antara Sassuolo dan Parma yang berakhir imbang 1-1 pada 3 Januari 2026 di Mapei Stadium. Pellegrino tidak hanya mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-24, tapi juga menjadi penggerak utama serangan tim tamu sepanjang pertandingan. Di laga yang berlangsung seimbang dengan ritme tinggi di babak pertama, kontribusi Pellegrino membuat Parma berhasil mencuri satu poin berharga tandang, meski Sassuolo unggul lebih dulu melalui Kristian Thorstvedt. MAKNA LAGU
Kontribusi Pellegrino di Lapangan: MOTM Pertandingan Sassuola vs Parma
Pellegrino tampil dominan sejak awal, sering merepotkan lini belakang Sassuolo dengan pergerakan cerdas dan visi permainan yang tajam. Golnya datang dari tembakan akurat kaki kiri di luar kotak penalti, memanfaatkan ruang yang terbuka setelah transisi cepat Parma. Selain gol, ia aktif dalam membangun serangan, memberikan umpan-umpan kunci dan memenangkan duel di lini tengah. Di babak kedua, ketika Sassuolo lebih menguasai bola, Pellegrino tetap menjadi ancaman dengan pressing tinggi dan beberapa percobaan tembakan yang memaksa kiper tuan rumah bekerja keras. Penampilannya mencerminkan maturitas di usia muda, membantu Parma menjaga keseimbangan meski sering tertekan.
Momen Krusial dan Dampak Gol: MOTM Pertandingan Sassuola vs Parma
Gol Pellegrino menjadi momen penentu yang mengubah dinamika laga. Setelah Sassuolo unggul cepat di menit ke-12 melalui sundulan Thorstvedt, Parma sempat terkejut, tapi respons cepat Pellegrino hanya berselang 12 menit membuat skor kembali imbang. Gol ini tidak hanya mematahkan momentum tuan rumah, tapi juga memberi kepercayaan diri bagi Parma untuk bermain lebih lepas. Di sisa waktu, Pellegrino terus menjadi pusat serangan balik, nyaris mencetak gol kedua di babak kedua dengan aksi individu yang brilian. Tanpa kontribusinya, Parma kemungkinan besar pulang tanpa poin, mengingat Sassuolo mendominasi penguasaan bola di banyak fase.
Pengaruh terhadap Tim dan Klasemen
Gelar MOTM untuk Pellegrino sangat bermakna bagi Parma yang sedang bangkit di papan bawah. Satu poin ini membuat mereka naik ke posisi 14 dengan 18 poin, memperlebar jarak dari zona degradasi. Penampilan Pellegrino menunjukkan potensi sebagai pemain kunci di musim ini, terutama dalam laga away sulit. Bagi Sassuolo, hasil imbang ini mempertahankan posisi kesepuluh dengan 23 poin, tapi menyoroti masalah finishing meski ada performa bagus dari Thorstvedt dan Sebastian Walukiewicz. Pellegrino membuktikan bahwa satu pemain bisa menginspirasi tim untuk bertahan dan meraup hasil positif di kandang lawan.
Kesimpulan
Mateo Pellegrino layak dinobatkan sebagai Man of the Match berkat gol krusial dan pengaruhnya yang konsisten sepanjang laga Sassuolo versus Parma. Kontribusinya tidak hanya menyamakan kedudukan, tapi juga menjaga Parma kompetitif hingga akhir. Hasil 1-1 ini adil mencerminkan permainan seimbang, dengan Pellegrino sebagai pembeda dari kubu tamu. Penghargaan ini semakin memotivasi Parma untuk melanjutkan tren positif, sementara Sassuolo perlu lebih tajam untuk naik ke papan atas. Derby regional ini sekali lagi menghadirkan drama dan talenta individu yang membuat Serie A tetap menarik.