Persija Tidak Dapatkan Jawaban dari Ivan Jenner Ivan Jenner menjadi salah satu target utama Persija di paruh musim ini. Pemain berusia 21 tahun itu punya profil menarik: striker cepat, tajam di kotak penalti, dan sudah punya pengalaman di liga Eropa level kedua. Persija melihatnya sebagai tambahan ideal untuk mengatasi masalah produktivitas gol di beberapa laga terakhir. Kontak awal dengan perwakilan Jenner sudah dilakukan sejak awal Januari, tapi hingga pertengahan bulan ini belum ada kepastian. Manajemen klub menyatakan bahwa mereka tetap optimistis, tapi juga realistis bahwa waktu semakin sempit. Ketidakpastian ini memaksa Persija menjaga komunikasi dengan target alternatif sambil menunggu kabar dari Jenner. REVIEW FILM
Latar Belakang Karier Jenner dan Situasi Saat Ini: Persija Tidak Dapatkan Jawaban dari Ivan Jenner
Ivan Jenner lahir di Belanda dari orang tua Indonesia dan memilih membela Timnas Garuda sejak level muda. Ia debut senior pada 2023 dan kini rutin dipanggil untuk FIFA Matchday serta turnamen regional. Di klubnya saat ini, Jenner mendapat menit bermain cukup baik meski bukan starter tetap. Kontraknya berakhir Juni 2026, sehingga klub Belanda terbuka untuk melepasnya dengan biaya transfer yang masuk akal. Persija menawarkan kontrak permanen dengan durasi tiga tahun plus opsi, ditambah kesempatan bermain reguler di Liga 1 dan dekat dengan timnas. Namun, Jenner dan agennya tampaknya masih mempertimbangkan opsi lain, termasuk bertahan di Eropa atau pindah ke liga Asia lain yang menawarkan gaji lebih tinggi. Ketidakresponsifan ini mungkin disebabkan oleh agenda pribadi, negosiasi dengan klub lain, atau keinginan menunggu tawaran terbaik sebelum deadline.
Respons Persija dan Strategi Cadangan: Persija Tidak Dapatkan Jawaban dari Ivan Jenner
Pelatih Persija menyatakan bahwa tim tetap fokus pada performa lapangan sambil menunggu kabar dari Jenner. Manajemen klub menegaskan bahwa mereka tidak akan memaksa jika pemain tidak antusias, karena chemistry dan komitmen sangat penting. Untuk mengantisipasi kemungkinan gagal mendapatkan Jenner, Persija sudah menjajaki beberapa nama lain. Ada striker diaspora lain yang kontraknya habis musim panas ini, serta opsi pinjaman dari klub Eropa. Beberapa pemain lokal juga dipantau sebagai solusi jangka pendek. Situasi ini sebenarnya bukan yang pertama bagi Persija; di bursa sebelumnya mereka juga pernah menunggu lama sebelum akhirnya mendatangkan pemain lain. Manajemen berharap keputusan Jenner segera keluar dalam satu-dua pekan ke depan agar ada waktu cukup untuk menyelesaikan administrasi dan adaptasi. Jika tetap tidak ada jawaban, klub siap beralih sepenuhnya ke target cadangan tanpa penyesalan.
Dampak bagi Skuad dan Sisa Musim
Ketidakpastian soal Ivan Jenner sedikit mengganggu perencanaan skuad. Persija sedang dalam posisi kompetitif di Liga 1, dengan target finis di zona atas dan menjaga peluang juara. Lini depan yang kurang tajam di beberapa pertandingan membuat tambahan striker menjadi prioritas. Jika Jenner akhirnya bergabung, ia bisa langsung menjadi opsi utama atau saingan sehat bagi penyerang saat ini, menambah variasi serangan. Namun, jika proses ini molor atau gagal, tim harus mengandalkan skuad existing dengan rotasi lebih intensif. Pendukung Macan Kemayoran tetap mendukung keputusan manajemen, meski banyak yang berharap Jenner bisa merapat untuk memperkuat ambisi tim. Situasi ini juga mengingatkan bahwa transfer pemain diaspora sering kali rumit karena faktor kontrak, gaji, dan prioritas karier di Eropa.
Kesimpulan
Persija Jakarta masih belum mendapat jawaban dari Ivan Jenner meski sudah berusaha mendekatinya sejak awal bursa transfer Januari 2026. Ketidakpastian ini memaksa klub menyiapkan rencana cadangan agar lini depan tetap kuat di sisa musim. Manajemen tampak tenang dan profesional, tidak ingin terburu-buru dalam keputusan besar. Bagi pendukung, harapan tetap ada bahwa Jenner akan memilih Persija sebagai langkah berikutnya dalam kariernya, tapi realitas menunjukkan bahwa waktu semakin menipis. Apa pun hasilnya, klub akan terus bergerak maju dengan skuad yang ada sambil menjaga ambisi kompetitif. Bursa transfer belum berakhir, dan Persija masih punya waktu untuk menemukan solusi tepat—dengan atau tanpa Ivan Jenner.