Kenalan Dulu Sama Kiper Man City Saat Lawan Tottenham

kenalan-dulu-sama-kiper-man-city-saat-lawan-tottenham

Kenalan Dulu Sama Kiper Man City Saat Lawan Tottenham. Manchester City menelan pil pahit di pekan kedua Premier League 2025/2026, kalah 2-0 dari Tottenham Hotspur di Etihad Stadium pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Kekalahan ini menjadi sorotan, bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga performa kiper muda City, James Trafford, yang dipercaya mengawal gawang. Meski City tampil dominan di laga pembuka melawan Wolverhampton, performa Trafford di laga ini menuai kritik setelah kesalahan yang berujung pada gol Spurs. Pelatih Pep Guardiola tetap tenang, menegaskan bahwa kekalahan ini adalah bagian dari proses adaptasi tim. Namun, siapa sebenarnya kiper yang menjadi pusat perhatian ini, dan mengapa ia dipilih untuk menggantikan Ederson? Mari kita kenalan lebih dekat dengan sosok di bawah mistar City. BERITA LAINNYA

Siapa Nama Kiper Tersebut
James Trafford, lahir pada 10 Oktober 2002 di Cockermouth, Inggris, adalah kiper berusia 22 tahun yang menjadi starter Manchester City saat melawan Tottenham. Produk akademi City, Trafford memulai kariernya di akademi klub sejak usia 12 tahun sebelum dipinjamkan ke beberapa klub, termasuk Accrington Stanley dan Bolton Wanderers, untuk menambah pengalaman. Pada 2023, ia pindah ke Burnley dengan transfer permanen senilai 15 juta poundsterling, di mana ia mencatatkan 28 penampilan di Premier League musim lalu. Musim panas 2025, City memulangkannya ke Etihad dengan biaya sekitar 27 juta poundsterling, menjadikannya investasi jangka panjang untuk posisi kiper. Trafford juga dikenal sebagai pahlawan Inggris U-21, dengan penyelamatan krusial di final Euro U-21 2023 melawan Spanyol, membawa timnya juara.

Apa Yang Membuatnya Dipilih Oleh Man City
Keputusan Pep Guardiola menurunkan Trafford melawan Tottenham didasari oleh beberapa faktor. Pertama, ketidakpastian masa depan Ederson, kiper utama City, yang dikaitkan dengan kepindahan ke Galatasaray, membuka peluang bagi Trafford untuk membuktikan diri. Kedua, performa impresif Trafford di laga pembuka melawan Wolverhampton, di mana ia mencatatkan clean sheet dalam kemenangan 4-0, membuat Guardiola percaya pada potensinya. Dengan tinggi 1,97 meter, Trafford memiliki keunggulan dalam duel udara dan kemampuan distribusi bola yang sesuai dengan filosofi permainan City. Ia juga dikenal karena refleks cepat dan keberanian dalam situasi satu lawan satu, sesuatu yang terlihat selama masa pinjamannya di Bolton. Guardiola memuji energi dan semangat muda Trafford, menyebutnya sebagai “angin segar” bagi skuad yang sedang dalam transisi. Selain itu, statusnya sebagai lulusan akademi City membuatnya memiliki ikatan emosional dengan klub, yang menjadi nilai tambah dalam keputusan untuk memulangkannya.

Apa Yang Membuat Dia Under Perform Saat Melawan Tottenham
Meski tampil solid di laga sebelumnya, Trafford kesulitan melawan Tottenham. Salah satu momen krusial adalah kesalahannya dalam mengantisipasi umpan silang Joao Palhinha, yang berujung pada gol kedua Spurs oleh Brennan Johnson di babak kedua. Trafford terlambat bereaksi, meninggalkan gawangnya terbuka, sebuah kesalahan yang dikritik keras oleh fans di media sosial. Selain itu, ia hanya mencatatkan dua penyelamatan dari empat tembakan tepat sasaran Spurs, dengan persentase penyelamatan 50%, jauh di bawah rata-rata Ederson musim lalu (74,2%). Tekanan dari pressing intens Tottenham juga membuat Trafford terlihat kurang tenang dalam distribusi bola, dengan beberapa operan pendeknya nyaris diintersep. Kurangnya pengalaman di level tertinggi Premier League, terutama dalam laga bertekanan tinggi di Etihad, tampaknya memengaruhi performanya. Meski begitu, Guardiola membela Trafford, menyebut bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar kiper muda yang baru kembali ke skuad utama.

Kesimpulan: Kenalan Dulu Sama Kiper Man City Saat Lawan Tottenham
James Trafford menjadi sorotan dalam kekalahan 2-0 Manchester City dari Tottenham, namun di balik performa yang kurang maksimal, ia tetap menunjukkan potensi sebagai kiper masa depan The Citizens. Dipilih karena pengalamannya di akademi City, performa solid di laga sebelumnya, dan kemampuan distribusi bola yang sesuai dengan visi Guardiola, Trafford adalah investasi jangka panjang klub. Meski kesalahan di laga melawan Spurs menunjukkan bahwa ia masih perlu beradaptasi dengan intensitas Premier League, dukungan dari Guardiola dan pengalamannya di level internasional U-21 menjadi modal berharga. Dengan Ederson masih menjadi kiper utama, Trafford punya waktu untuk belajar dan memperbaiki kekurangan. Kekalahan ini bukan akhir, melainkan langkah awal bagi Trafford untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi penerus Ederson di Etihad Stadium. Fans City kini menanti apakah ia akan kembali dipercaya atau Ederson akan mengambil alih gawang di laga berikutnya melawan Brentford.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *