Alasan Cole Palmer Menghilang di Laga Chelsea vs Arsenal. Chelsea menelan kekalahan 2-0 dari Arsenal dalam laga Premier League yang berlangsung di Emirates Stadium pada 13 Januari 2026. Salah satu sorotan terbesar dari pertandingan ini adalah penampilan Cole Palmer yang terasa sangat jauh dari standar biasanya. Pemain berusia 23 tahun itu, yang selama dua musim terakhir menjadi motor utama serangan Chelsea, hampir tidak terlihat sepanjang 90 menit. Ia gagal menciptakan satu pun peluang bersih, tidak memberikan assist, dan hanya menyentuh bola kurang dari 40 kali—angka terendah sejak debutnya di klub. Banyak yang bertanya-tanya: mengapa Cole Palmer, yang biasanya begitu berpengaruh, bisa menghilang total di laga besar seperti ini? INFO GAME
Taktik Arsenal yang Mematikan Ruang Gerak Palmer: Alasan Cole Palmer Menghilang di Laga Chelsea vs Arsenal
Arsenal tampil sangat disiplin dalam menutup ruang bagi Palmer sejak menit pertama. Pelatih mereka menerapkan pressing tinggi yang terorganisir, dengan dua gelandang bertahan secara khusus menempel Palmer setiap kali ia mencoba menerima bola di area tengah. Declan Rice dan satu gelandang lain secara bergantian melakukan shadow marking, memaksa Palmer turun sangat dalam atau bergeser ke sisi lapangan yang tidak nyaman baginya. Ketika Palmer berhasil mendapat bola, ia langsung dikelilingi dua hingga tiga pemain lawan, sehingga opsi passing terbatas. Hasilnya, Palmer sering terpaksa mengembalikan bola ke belakang atau ke samping tanpa kemajuan. Taktik ini bukan hal baru, tapi Arsenal menjalankannya dengan eksekusi sempurna, membuat Palmer kehilangan ritme yang biasanya ia dapatkan saat bermain bebas di half-space antara lini tengah dan belakang lawan.
Kondisi Fisik dan Kebugaran yang Mulai Dipertanyakan: Alasan Cole Palmer Menghilang di Laga Chelsea vs Arsenal
Cole Palmer sudah memainkan lebih dari 40 pertandingan di semua kompetisi sejak awal musim lalu hingga pertengahan Januari ini. Jadwal padat tanpa rotasi signifikan membuatnya terlihat kelelahan fisik di beberapa laga terakhir. Di pertandingan melawan Arsenal, kecepatan dan kelincahannya yang biasanya menjadi senjata utama terlihat menurun drastis. Ia kalah dalam beberapa sprint dan duel satu lawan satu, sesuatu yang jarang terjadi. Beberapa analis menyebut bahwa Palmer mulai menunjukkan tanda-tanda overplayed, terutama setelah tidak mendapat istirahat panjang sejak jeda internasional terakhir. Meski ia tidak mengalami cedera serius, penurunan intensitas ini membuatnya sulit mengelabui bek lawan seperti yang biasa ia lakukan. Kondisi fisik yang kurang prima menjadi faktor besar mengapa ia gagal memberikan ancaman seperti biasanya.
Kurangnya Dukungan dari Rekan Setim
Performa individu Palmer tidak bisa dilepaskan dari konteks tim secara keseluruhan. Di laga ini, lini tengah Chelsea kesulitan menguasai bola dan memberikan umpan progresif yang akurat kepadanya. Beberapa gelandang cenderung bermain aman, memilih passing pendek ke belakang daripada mencari Palmer di posisi berbahaya. Di sisi sayap, winger Chelsea juga tidak cukup sering memberikan overlapping atau underlapping untuk menciptakan ruang tambahan bagi Palmer. Akibatnya, ia sering terisolasi di area sempit tanpa opsi yang baik. Ketika Palmer turun membantu build-up, tidak ada pemain yang langsung mengisi ruang yang ditinggalkannya, membuat serangan Chelsea terasa statis. Kurangnya dukungan kolektif ini memperparah situasi, sehingga Palmer tidak punya ruang untuk menunjukkan kelasnya seperti di pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Kesimpulan
Kehilangan pengaruh Cole Palmer di laga melawan Arsenal adalah kombinasi dari beberapa faktor: taktik ketat Arsenal yang menargetkannya secara spesifik, kemungkinan penurunan kebugaran akibat jadwal padat, serta minimnya dukungan dari rekan setim di lini tengah dan sayap. Meski begitu, satu laga buruk tidak serta merta menghapus kontribusi besar Palmer bagi Chelsea musim ini. Ia tetap menjadi pemain paling berbahaya dan produktif di skuad. Pelatih Enzo Maresca kini punya tugas untuk memastikan Palmer mendapat istirahat yang cukup dan penyesuaian taktik agar tidak mudah “dimatikan” oleh lawan-lawan besar. Bagi Chelsea, kebangkitan Palmer kembali menjadi kunci penting jika ingin mengejar posisi papan atas di sisa musim. Satu malam buruk di Emirates tidak mengubah fakta bahwa ia masih salah satu talenta terbaik di liga.